ANTISEPTIK SALURAN KEMIH

Antiseptik saluran kemih adalah obat antimikroba dengan sifat mempunyai kadar yang cukup tinggi pada saluran kemih saja sehingga bekerja secara lokal.

Untuk infeksi akut saluran kemih yang disertai tanda-tanda sistemik seperti demam, menggigil, hipotensi dan lain-lain, obat antispetik saluran kemih tidak dapat digunakan karena pada keadaan tersebut diperlukan obat dengan kadar efektif dalam plasma.

Gambar. Saluran kemih manusia

Sebenarnya banyak jenis obat antiseptik saluran kemih tetapi di Indoneisa hanya ada 3 macam obat yang beredar di pasaran yaitu Pipemidic Acid (Asam Pipemidat), Nalidixic Acid (Asam Nalidiksat), dan Phenazopyridine HCl.

  1. Pipemidic acid dan nalidixic acid

    Pipemidic Acid dan Nalidixic Acid merupakan antibiotika golongan Kuinolon yang bekerja dengan cara menghambat enzim DNA girase bakteri dan biasanya bersifat bakterisid terhadap kebanyakan kuman penyebab infeksi saluran kemih. Obat ini menghambat E.coli, Proteus sp., Klebsiella sp dan kuman Koliform lainnya.

    Pemberian Asam Nalidiksat secara oral kadang-kadang menimbulkan efek samping seperti mual, muntah, ruam kulit dan urtikaria. Sedangkan Asam Pipemidat dapat menimbulkan gangguan pencernaan, alergi kulit, jarang menimbulkan fotosensitisasi, vertigo dan gangguan keseimbangan pada penderita lanjut usia.

    Sewaktu minum kedua obat ini diusahakan untuk terhindar dari sinar matahari langsung atau buatan karena akan meningkatkan sensitivitas pada sinar.

    Tidak boleh digunakan pada penderita gagal ginjal atau kerusakan ginjal yang parah, kehamilan trisemester awal dan bulan terakhir kehamilan, epilepsi, sirosis dan insufisiensi hati.

  2. Phenazopyridine

    Phenazopyridine diresepkan karena efek analgesik lokalnya di saluran kemih. Phenazopyridine biasanya digunakan bersamaan dengan antibiotika untuk mengobati infeksi saluran kemih.

    Phenazopyridine bukan antibiotika, tetapi bila digunakan bersamaan dengan antibiotika dapat mempercepat masa penyembuhan pada infeksinya. Pada kombinasi ini, Phenazopyridine digunakan hanya untuk jangka pendek biasanya 2 hari, sedangkan antibiotikanya diminum lebih lama.

    Lewat dari dua hari keuntungan yang diberikan Phenazopyridine kurang berarti dibanding bila hanya menggunakan antibiotika saja.

    Phenazopyridine juga digunakan untuk mengobati iritasi atau rasa tidak enak sewaktu berkemih. Misalnya, Phenazopyridine sering diberikan setelah pemasangan kateter atau operasi penile yang menyebabkan iritasi pada salurankemih.

    Bila dosis yang diberikan adalah satu tablet utuh jangan dikunyah dan diminum dengan air satu gelas penuh. Perlu diketahui sehabis minum Phenazopyridine warna air seni akan berubah menjadi merah kejinggaan atau coklat. Phenazopyridine dapat menyebabkan efek samping pusing, sakit kepala dan gangguan pencernaan.

Untuk pemilihan antiseptik saluran kemih yang tepat ada baiknya anda harus periksakan diri dan konsultasi ke dokter.

Di apotik online medicastore anda dapat mencari antiseptik saluran kemih secara mudah dengan mengetikkan di search engine medicastore. Sehingga anda dapat memilih dan beli antiseptik saluran kemih sesuai kebutuhan anda.

Comment

  1. Foredi Gel

    trims atas infonya tentang antiseptik , apakah antiseptik untuk pemakaian luar ampuh untuk membunuh bakteri atau harus ditambahkan dengan antibiotik?

    detail