TRANSKUILISER MINOR/OBAT CEMAS

Transkuiliser minor diresepkan oleh dokter untuk beberapa alasan. Termasuk kondisi medis yang spesifik seperti epilepsi dan serebral palsi. Transkuiliser minor juga diresepkan untuk pasien yang mengalami kecemasan tekanan emosi yang parah, depresi dan sulit tidur.

Sehingga dari fungsi tersebut Transkuiliser minor lebih banyak digunakan sebagai obat cemas atau sering disebut antiansietas.

Obat anti-cemas disebut juga ansiolitik atau obat penenang, diberikan untuk mengatasi gejala-gejala kecemasan.

Obat anti-cemas memiliki efek mengendurkan otot-otot, mengurangi ketegangan, membantu tidur dan mengurangi kecemasan.

Efek samping dan masalah yang disebabkan Trankuiliser minor

Meskipun Transkuiliser minor bermanfaat untuk mengatasi beberapa masalah pada periode krisis, tetapi Transkuiliser minor tidak dapat menyelesaikan masalah anda. Seringkali ditemukan efek menenangkan dari obat Transkuiliser minor ini akan menurunkan kemampuan untuk menyelesaikan masalah. Juga seringkali pengguna tidak dapat bangkit dari masalah tanpa obat ini.

Permasalahan lain yang bisa terjadi adalah mengalami gejala seperti orang yang sulit bersosial / berhubungan dengan orang lain jika pengguna mencoba berhenti menggunakannya.

Efek samping yang disebabkan oleh Transkuiliser minor tergantung pada besarnya dosis dan lamanya penggunaan obat. Beberapa orang dapat mengalami efek samping walau penggunaannya beberapa hari saja secara kontinyu.

Obat-obat anticemas

Transkuiliser minor yang ada di Indonesia merupakan turunan dari obat golongan benzodiazepin, azaspirodekanedion dan piperazine.

  1. Dari golongan benzodiazepin

    Yang paling sering digunakan adalah golongan benzodiazepin.

    Obat ini mempercepat relaksasi mental dan fisik dengan cara mengurangi aktivitas saraf di dalam otak.

    Tetapi benzodiazepin bisa menyebabkan ketergantungan fisik dan pemakaian pada alkoholik harus sangat hati-hati.

    Obat cemas dari golongan benzodiazepin adalah alprazolam, klordiazepoksid (chlordiazepoxide), lorazepam, oksazolam (oxazolam), klobazam (clobazame) dan diazepam.

  2. Buspirone

    Obat cemas dari golongan azaspirodekanedion adalah buspiron (buspirone). Obat cemas ini nerupakan antiansietas yang efek sedatifnya relatif ringan dan tidak bereaksi dengan alkohol. Diduga resiko timbulnya toleransi dan ketergantungan juga kecil.

    Efeknya baru timbul setelah 10-15 hari, sehingga hanya digunakan untuk mengobati penyakit kecemasan menyeluruh.

  3. Hydroxyzine

    Sedangkan obat cemas dari golongan piperazine adalah hydroxyzine.

    Hydroxyzine diindikasikan untuk menghilngkan gejalaansietas dan ketegangan yang berhubungan dengan psikoneurosis atau terapi tambahan untuk penyakit lainnya yang menyebabkan kecemasan.

    Hydroxyzine dapat menyebabkan kantuk dan menghilangkan kesadaran, sehingga dianjurkan untuk tidak mengendarai kendaraan atau mengoperasikan mesin.

    Hydroxyzine dapat menyebabkan kekeringan pada mulut, hidung da tenggorokan. Jika kekeringan berlanjut hingga lebih dari dua minggu anda harus periksakan ke dokter anda atau dokter gigi karena kekeringan yang lama dapat menyebabkan penyakit gigi.

Obat cemas lainya adalah akar kava-kava yang berasal dari bahan alami.

Semua obat Transkuiliser minor memiliki kontra indikasi terutama pada ibu hamil, ibu menyusui dan bayi, sehingga penting untuk memberitahukan ke dokter anda tentang kondisi anda.

Untuk pemilihan golongan Transkuiliser minor / obat cemas yang tepat ada baiknya anda harus periksakan diri dan konsultasi ke dokter.

Di medicastore anda dapat mencari informasi Transkuiliser minor / obat cemas seperti ; kegunaan atau indikasi obat, generik atau kandungan obat, efek samping obat, kontra indikasi obat, hal apa yang harus menjadi perhatian sewaktu konsumsi obat, gambar obat yang anda pilih hingga harga obat dengan berbagai sediaan yang dibuat oleh pabrik obat. Sehingga anda dapat membaca informasi obat Transkuiliser minor / obat cemas sesuai dengan resep dokter anda.

Comment