OBAT HEMOTOPOIETIK

  1. Obat Hemotopoeietik

    Obat hemotopoietik adalah obat yang digunakan untuk mempengaruhi pembentukan darah baik substansinya maupun keseluruhan atau substansi dari darah. Di Indonesia obat yang termasuk golongan obat hemotopoietik adalah epoetin (dengan dua bentuk alfa dan beta), lenogastrim dan filgastrim.

    1. Epoetin

      Epoetin ada dua bentuk yaitu alfa dan beta. Juga ada yang dalam bentuk rekombinant erytropoetin manusia. Kegunaan utamanya adalah untuk pengobatan anemia. Untuk pembahasan selanjutnya sebagai contoh adalah epoetin alfa.

      Epoetin alfa digunakan untuk mengobati anemia yang disebabkan oleh obat tertentu seperti kemoterapi dan zidovudine obat yang digunakan untuk mengobati HIV. Epoetin alfa juga digunakan sebelum dan sesudah operasi tertentu untuk mencegah dan mengobati anemia yang mungkin terjadi karena kehilangan darah sewaktu operasi.

      Epoetin alfa termasuk obat protein eritropoetik. Bekerja dengan cara mempengaruhi sumsum tulang ( jaringan yang ada dalam tulang dimana darah dibuat) untuk membuat lebih banyak sel darah merah. Hal ini akan meningkatkan energi dan tingkat aktivitas juga bisa mengurangi kebutuhan untuk transfusi darah.

      Adapun bentuk sediaan yang tersedia adalah ampul dan jarum suntik pre-filled.

    2. Lenogastrim

      Lenograstim adalah glikosit rekombinan dari koloni granulosit manusia. Obat ini digunakan untuk mengurangi resiko kematian karena ancaman infeksi pada pasien neutropenia, khususnya setelah kemoterapi citotoksik.

      Lenograstim mempercepat pemulihan neutropil secara signifikan setelah kemoterapi. Lenograstim juga membantu pemulihan neutropil pada transplantasi sumsum tulang, dan menstimulasi produksi sel induk darah (stem cell)perifer sebagai transfusi otomatis pada tubuh setelah pemberian kemoterapi yang terus menerus.

      Adapun bentuk sediaan yang tersedia adalah vial dengan cara pemakaian infus intravena.

    3. Filgastrim

      Filgrastim termasuk dalam kelompok obat yang dikenal sebagai faktor pembentukan darah, obat ini meningkatkan pembentukan sel darah putih yang membantu melawan infeksi.

      Lamanya pengobatan tergantung pada dosis obat, sebaik apa respon tubuh terhadap obat, dan tipe kanker yang diderita.

      Filgrastim juga digunakan untuk meningkatkan jumlah sel darah putih pada pasien dewasa penderita myelodysplastic syndrome (MDS) dan mengobati jumlah sel darah putih yang rendah pada penderita leukemia yang menjalani kemoterapi.

      Pada pasien HIV, filgrastim digunakan untuk meningkatkan jumlah sel darah putih atau mencegah penurunan lebih lanjut akibat infeksi virus atau pengobatannya.

      Adapun bentuk sediaan yang tersedia adalah vial dan jarum suntik pre-filled.

Untuk pemilihan obat hemotopoietik yang tepat ada baiknya anda harus periksakan diri dan konsultasi ke dokter.

Di apotik online medicastore anda dapat mencari obat hemotopoietik dengan merk yang berbeda secara mudah dengan mengetikkan di search engine medicastore. Sehingga anda dapat memilih dan beli obat hemotopoietik sesuai dengan kebutuhan anda.

Comment